![]() View Full-Size Image |
Senja yang paling tidak menarik |
|
|
Price:
Call for Pricing
|
||
| Ask a question about this product | ||
Penulis: Arswendo Atmowiloto Realitas yang saya tuliskan dalam cerpen (ayau novel, atau bahkan scenario) adalah ?realitas? yang saya ciptakan, saya rekonstruksi lagi, berulang-ulang, dan mencipta sesuatu--seperti yang saya maui. Kebebasan menciptakan realitas ini banyak menyelamatkan diri saya?mendapat honor, dihargai, dan leluasa: cerita tentang pacar, ibu, atau ?membelah laut? sekalipun. Penampakan diri menjadi tipuan yang mengasyikkan, melarutkan, dan membuat betah di dalamnya. Itulah yang terjadi 35 tahun lalu, sampai sekarang, dan bisa jadi sampai impoten dalam penulisan?hanya tinggal dalam angan-angan. Maka, sangat mungkin sekali jika sebenarnya tulisan saya sama saja. Tak lebih baik antara yang sekarang atau yang dulu--kecuali mungkin teknik penulisan, itu pun hanya (soal) meletakkan titik atau koma. Kalau saya mengagumi cerpen-cerpen ini?saya bisa mengagumi diri sendiri, karena disandingkan dengan usia ketika menulis. Waktu itu bahkan mesin tulis pun tak punya. |
||
|
|
||
Recently Viewed Products
- SELENDANG PELANGI (Category: Umum)
- SORGA BAGI SI BUTA (Category: Umum)
- SISI BALIK SENYAP; SUARA-SUARA DARI PEMISAHAN INDIA (Category: Umum)
- SEPERTI SEBUAH NOVEL YANG MALAS MENGISAHKAN MANUSIA (Category: Umum)
- SEMIOLOGI ROLAND BARTHES (Category: Umum)


























